Sejak
tahun 1990, Indonesia telah berhasil mencapai target Universal Child
Immunization (UCI) dimana lebih dari 80 % anak Indonesia sebelum mencapai usia
1 tahun telah menerima imunisasi DPT sebanyak 3 dosis. Efektivitas program
imunisasi tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian serologis, dimana daya
lindungnya sangat tinggi. Dengan perkataan lain, sebagian besar anak masuk
sekolah mulai tahun 1997 telah memperoleh kekebalan dasar terhadap penyakit
Diptheri dan Tetanus.
Kenyataan
tersebut mendorong perlunya penyesuaian jadwal baru imunisasi pada anak
sekolah. Bila Imunisasi di sekolah dulu bertujuan memberikan imunisasi dasar,
maka sekarang tujuannya adalah meninggikan tingkat imunitas yang sudah ada
(booster). Sejak tahun 1996, program imunisasi mulai memperkenalkan jadual TT5
dosis mulai dari kelompok wanita usia 14 - 39 tahun di daerah resiko tinggi
Tetanus Neonatorum. Jadual ini secara bertahap diperluas ke anak sekolah dan
imunisasi TT rutin ibu hamil.
Penjadualan
ulang imunisasi anak sekolah telah dicanangkan pada tanggal 14 November 1997
oleh 4 Menteri, yaitu Menkes, Mendikbud, Menag dan Mendagri. Untuk selanjutnya Bulan November disebut
sebagai Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Dinas
Kesehatan Kabupaten Tapin melalui program imunisasi juga turut berperan aktif
dalam pelaksanaan BIAS tersebut. Pada Tahun 2013 pelaksanaan BIAS di Kabupaten
Tapin dilaksanakan dalam 2 (dua) putaran yaitu BIAS Campak dan BIAS DT Td
dengan hasil cakupan sebagai berikut :
Dari
grafik di atas terlihat bahwa cakupan pada tiap puskesmas masih sangat
bervariasi dari tinggi ke rendah, puskesmas dengan cakupan terendah yaitu
Puskesmas Tambarangan (80,73% - BIAS Campak) dan puskesmas dengan cakupan
tertinggi adalah Puskesmas Tambaruntung (100%), tentunya hal inilah yang masih
menjadi PR bagi Dinas Kesehatan Kabupaten untuk melakukan perbaikan program di
masa yang akan datang agar dapat mecapai target yang maksimal dan merata pada
semua puskesmas.