Kamis, 11 September 2014

BIAS (BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH)







Sejak tahun 1990, Indonesia telah berhasil mencapai target Universal Child Immunization (UCI) dimana lebih dari 80 % anak Indonesia sebelum mencapai usia 1 tahun telah menerima imunisasi DPT sebanyak 3 dosis. Efektivitas program imunisasi tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian serologis, dimana daya lindungnya sangat tinggi. Dengan perkataan lain, sebagian besar anak masuk sekolah mulai tahun 1997 telah memperoleh kekebalan dasar terhadap penyakit Diptheri dan Tetanus.
Kenyataan tersebut mendorong perlunya penyesuaian jadwal baru imunisasi pada anak sekolah. Bila Imunisasi di sekolah dulu bertujuan memberikan imunisasi dasar, maka sekarang tujuannya adalah meninggikan tingkat imunitas yang sudah ada (booster). Sejak tahun 1996, program imunisasi mulai memperkenalkan jadual TT5 dosis mulai dari kelompok wanita usia 14 - 39 tahun di daerah resiko tinggi Tetanus Neonatorum. Jadual ini secara bertahap diperluas ke anak sekolah dan imunisasi TT rutin ibu hamil.
Penjadualan ulang imunisasi anak sekolah telah dicanangkan pada tanggal 14 November 1997 oleh 4 Menteri, yaitu Menkes, Mendikbud, Menag dan Mendagri.  Untuk selanjutnya Bulan November disebut sebagai Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin melalui program imunisasi juga turut berperan aktif dalam pelaksanaan BIAS tersebut. Pada Tahun 2013 pelaksanaan BIAS di Kabupaten Tapin dilaksanakan dalam 2 (dua) putaran yaitu BIAS Campak dan BIAS DT Td dengan hasil cakupan sebagai berikut :



Dari grafik di atas terlihat bahwa cakupan pada tiap puskesmas masih sangat bervariasi dari tinggi ke rendah, puskesmas dengan cakupan terendah yaitu Puskesmas Tambarangan (80,73% - BIAS Campak) dan puskesmas dengan cakupan tertinggi adalah Puskesmas Tambaruntung (100%), tentunya hal inilah yang masih menjadi PR bagi Dinas Kesehatan Kabupaten untuk melakukan perbaikan program di masa yang akan datang agar dapat mecapai target yang maksimal dan merata pada semua puskesmas.